KEJADIAN SERU SAAT UMRAH DI MEKAH DAN MADINAH

Jika ditanya, tempat apa yang ingin kau kunjungi? saya akan langsung menjawab : saya ingin mengunjungi lagi kota suci mekah dan Madinah. itulah yang selalu aku impikan. meskipun berkali - kali kesana terasa masih ada yang kurang setelah pulang ke Indonesia. selalu ingin kembali kesana dan menyempurnakan ibadah di kota suci Mekah dan Madinah. 

Ya Alloh beri kami kesempatan lagi untuk berkunjung ke RumahMU. Izinkan kami untuk selalu menyempurnakan ibadah kami di RumahMu dan jadikanlah kami orang yang senantiasa bersyukur dengan segala Nikmat dan KaruniaMU.



Beberapa pengalaman saat mengunjungi Kota Suci Mekah dan Madinah
saat saya berada di dua kota suci itu selalu ada pengalaman menarik, beberapa contohnya adalah :

"membaca Yasin dan Tahlil di Masjid Nabawi"
saat saya membaca buku Yasin dan Tahlil, orang - orang disekeliling saya yang rata-rata orang timur tengah melihat dan mendengar bacan saya dengan penuh seksama. kemudian mereka berbincang - bincang dengan teman sebelahnya sambil menunjuk ke arah saya. Entah apa yang mereka bicarakan, karena saya tidak paham bahasanya. yang jelas mereka melihat kearah buku yang aku pegang dan aku baca. pas bacaan "irhamna Ya Arhamarrohimin" yang kurang lebih artinya "ya Allah belas kasihanilah kami" mereka juga agak keheranan melihat dan mendengarnya. 

setelah aku selesai memebaca Yasin dan Tahlil ada seseorang diantara mereka mendekatiku dan melihat buku bacaanku,terjadilah perbincangan Arab Indonesia yang mana kita sama - sama tidak tau artinya. yang jelas aku lihat gesturenya dia bertanya "buku apa itu" Ya saya jawab aja "buku Yasin dan Tahlil" entah benar atau salah jawabannya yang penting aku jawah tuh orang. 
dia Tanya lagi dalam bahasa Arab yang saya prediksi "Asal darimana" aku Jawab"Indonesia" entah benar atau salah, yang penting aku jawab. 
kemudian orang itu memberi Jempol, senyum sambil manggut2. yang artinya mungkin "good job" Alhamdulillah, ternyata mereka suka dengan buku yang aku baca.

Dari kejadian itu, aku selalu ingin sekali belajar Bahasa Arab supaya bisa berkomunikasi dengan mereka saat berada di Kota Suci Mekah Madinah. 

"Berlari Bersama Orang Negro mencari air Wudhu di Nabawi"
Kejadian seru Lainnya adalah ketika saya di Masjid Nabawi menjelang shalat Maghrib. Saat itu saya dari Hotel dan Batal Wudhu, padahal Imam Sudah Takbiratul Ihram yang menandakan bahwa Shalat Maghrib sudah dimulai. akhirnya saya berlari mencari tempat wudhu di Masjid Nabawi. dan Alhamdulillah semua tempat Wudhu tidak ada airnya, MasyaAllah. wah kalau begini, saya sudah pasti tidak bisa shalat maghrib berjamaah dan harus kembali ke Hotel ambil Wudhu. 

Tiba - tiba setelah aku berbalik dari tempat wudhu yang tidak ada airnya itu, ada seorang laki - laki yang menuntunku mencarikan tempat Wudhu, subhanallah. Laki - laki itu kelihatannya dari Afrika karena kulitnya Hitam seperti Negro dan Alhamdulillah Dia bisa Bahasa Inggris, setidaknya saya paham apa yang dia katakan. Dia berlari - lari mencarikan aku tempat Wudhu, sementara aku mengikutinya dari belakang sambil berlari mengejarnya. Alhamdulillah Kami dapat tempat wudhu di dekat pintu 17. Setelah Wudhu aku cari lelaki itu sudah tidak ada, entah pergi kemana. Dari kejadian itu, saya sangat bersyukur di Kota Suci ini masih ada seseorang yang seperti malaikat mau menolongku. Dan Akhirnya aku masih bisa mengikuti imam meskipun hanya di Taqiyat Akhir. setidaknya masih mendapatkan pahala Shalat berjamaah di Masjid Nabawi yang pahalanya 1000X dibanding Shalat diMasjid lain kecuali di Masjidil Haram.

"Melihat Banyak Jenazah di Masjidil Haram"
Kejadian selanjutnya, adalah ketika Saya berada di Masjidil Haram. Saat shalat Maghrib, saya berpisah tempat dengan suami. Saya bersama rombongan ibu - ibu, sementara suami bersama dengan Bapak - bapak. Nah setelah Shalat Maghrib kan ada Shalat Ghaib, kemudian terlintas dalam pikiran saya, gimana ya kalau seandainya mayat yang di sholati ini ada di depanku. Saya merasa sangat takut, jika itu terjadi. ternyata hal itu beneran terjadi. habis shalat Ghaib, aku berputar mencari suamiku yang katanya shalat di depan Multazam di lantai bawah. setelah aku berputar - putar beberapa kali, ternyata sudah Adzan isya'. ya Sudah, saya ambil tempat dimana tempat itu sepertinya lumayan sepi dan longgar. saya mencium bau harum disekitar tempat tersebut, ternyata disebelah tabir yang saya pakai untuk sholat itu adalah tempat jenazah dikumpulkan, Allohuakbar.

Mau pindah tempat kayaknya tidak mungkin karena semua sudah penuh. saya langsung beristighfar sambil menangis, ya Alloh ampuni saya. Ampuni saya yang terkadang berpikir negatif, ampuni saya yang terkadang ada rasa sombong ya Alloh. memang benar kata Ustadz, apa yang kita pikirkan disana, akan terjadi. Saya baru mempercayainya setelah saya mengalami sendiri kejadian yang aku bayangkan sebelumnya.

"Ditahan Masuk ke Masjidil Haram karena membawa Boneka Onta"
Seperti biasa setiap mau masuk ke Masjidil Haram pasti tas diperiksa oleh petugas. Hal ini dilakukan untuk memastikan, barang yang kita bawa bukanlah barang yang berbahaya ataupun barang yang dilarang. waktu itu saya dan teman - teman habis berbelanja dan membawa tentengan tas kanan kiri ala ibu - ibu pokoknya. Satu persatu dari kami berlima diperiksa tasnya dan barang bawaan. rata - rata mereka bawa Al Qur'an karena habis dari Musium Al Qur'an. Sedangkan aku selain bawa Al Qur'an juga membawa Boneka Onta untuk putriku. petugasnya menggelangkan kepala dan tangan mereka yang mengisyaratkan bahwa saya tidak bisa masuk ke Masjid, waduh. Akhirnya saya harus sholat di pelataran Masjidil Haram. Saya belum mendapatkan jawaban kenapa saya tidak boleh masuk ke Masjid dengan membawa Boneka karena belum sempat saya tanyakan kepada Ustadz ataupun Muthawif disana.


"Mendapatkan Hadiah Gamis dan Cincin dari Pedagang di Mekah dan Madinah"
Berbelanja adalah kegemaran dari sebagian besar wanita, termasuk saya. Setiap habis dari Masjid pasti mampir ke tempat belanjaan karena memang kanan kiri jalan menuju hotel adalah tempat berbelanja. karena sering membawa jamaah ke salah satu tempat belanja saya dikasih hadiah gamis cantik khas Timur tengah, warna hitam saat di Madinah. dan ketika di Mekah saya kembali mendapatkan hadiah berupa cincin dan jam tangan dari salah satu pedagang Arab bernama Habibi. menurut beberapa informasi dari beberapa teman, memang pedagang Arab sangat ramah dan baik kepada para pengunjung terutama dari Indonesia karena orang Indonesia sendiri juga murah senyum dan ramah kepada mereka.


Tidak heran jika di Mekah dan Madinah sebagian besar pedagang bisa berbahasa Indonesia, karena memang Banyak sekali orang Indonesia yang pergi kesana. jadi saya bebas melakukan tawar menawar sambil bergurau dengan pedagang disana. mereka sangat ramah, jujur dan baik. agak sedikit berbeda dengan pedagang di Arab agak vulgar dan kadang berani pegang tangan kita. tapi jangan khawatir, mereka tetap sopan dengan kita.

Masih banyak sebenarnya kejadian - kejadian seru yang saya alami selama di Kota Suci Mekah dan Madinah, Namun hanya beberapa yang saya tulis disini. Jika saya tulis semuanya, maka artikel ini akan menjadi sangat panjang. 

Banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari kejadian - kejadian diatas. saat kita berada di tempat asing, tentunya kita harus banyak belajar tentang perbedaan budaya. jutaan orang dari berbagai belahan dunia yang berbeda budaya berkumpul jadi satu di Kota Suci Mekah dan Madinah dengan sebuah keimanan. Harapan dan Doa terbaik harus senantiasa kita panjatkan disana semoga selalu diberikan kebaikan Dunia dan Akhirat, Aamiin.


"Semoga Bermanfaat"







Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAGU INDIA PALING ROMANTIS (OST RANVEER DAN ISHANI)

SINETRON SCTV INDIA HAMARI ADHURI KAHANI LIRIK DAN ARTINYA

BUKU FILOSOFI JAWA : "URIP IKU URUP"