MENTAL KAYA VS MENTAL MISKIN

Apa yang saya tulis kali ini mungkin terlihat tidak ada hubungannya dengan judul saya tetapi cobalah untuk merenungkan sejenak apa yang saya tulis. dari renungan tersebut, anda akan memahami apa yang hendak saya sampaikan ditulisan ini.

Sebelumnya saya ingin bercerita sedikit tentang saya kenapa saya menulis tema ini, bukan bermaksud untuk menggurui atau sok pintar tetapi saya berusaha untuk memberikan sedikit wawasan saya supaya bermanfaat untuk orang lain. dan ini merupakan latihan mental bagi saya.

Membaca adalah hobi saya sejak kecil bahkan sampai sekarang, saya sudah menikah, punya anak dan mengurus bisnis saya masih setia dengan hobi saya yaitu membaca. Saya merasa tidak bisa lepas dari buku dan merasa tenang setelah membaca buku. Bahkan saya dan suami menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk membeli buku. mulai dari buku percintaan, seputar rumah tangga, buku bisnis, buku motivasi dan buku everything. saya anggap itu adalah sebuah investasi ilmu yang bisa kami tularkan untuk anak cucu kami kelak sebagai salah satu amalan ketika kami sudah meninggalkan dunia yang fana ini.

Banyaknya buku yang saya baca membuat saya menjadi pribadi yang suka merenung, berfikir dan menemukan sebuah kesimpulan. Namun sayangnya hanya berhenti disitu saja, kesimpulan yang hanya diketahui oleh diri saya sendiri dan tidak membagikannya kepada orang lain. karena takut orang lain menyamai saya / lebih unggul dari saya.Tapi paradigma itu berubah, setelah saya menemukan sebuah buku "Memprogam pikiran untuk menciptakan kekayaan" yang merupakan gagasan dari 24 master bisnis Dunia. Buku ini menurut saya sangat luar biasa dan sangat menginspirasi hidup saya. di dalam buku tersebut, mengatakan bahwa orang yang takut berbagi ilmu adalah orang yang bermental miskin / mental kekurangan. Nah tidak mau saya dicap sebagai mental miskin akhirnya saya mencoba untuk berbagi apapun kepada orang lain, tentunya berbagi hal - hal yang positif. dalam buku tersebut juga dikatakan bahwa, saat kamu membagikan ilmu kepada orang lain, ilmu kamu akan bertambah dan itu saya sudah membuktikannya.

cobalah jawab pertanyaan dibawah ini. renungkan dan tanyakan pada hatimu, apa kata hatimu dengan pertanyaan dibawah ini :

Jika engkau punya uang yang hanya cukup beli obat sakit kepala setelah jum'atan dan ongkos pulang kerumah, apakah engkau akan memaksakan diri untuk menyedekahkannya ke masjid tempat kamu Jum'atan?

Ketika engkau mempunyai uang 50.000,- untuk membayar biaya sekolah anakmu hari itu dan tiba - tiba tetangga datang meminjam uang itu untuk membayar uang sekolah anaknya, apakah engkau akan memaksakan diri untuk meminjaminya?

Ketika ditanganmu ada sebungkus nasi goreng yang baru saja kau beli dengan uang terakhirmu, untuk makan malammu setelah seharian tidak makan tiba - tiba ada pengemis yang belum makan datang kepadamu. apakah engkau akan memberikan makan malammu dan menahan rasa laparmu sampai pagi?

Jika engkau ingin naik haji tetapi tak punya cukup uang, harta berharga yang tertinggal hanyalah sebuah rumah tempat engkau berteduh senilai ongkos naik haji, apakah engkau akan tetap memaksakan diri naik haji dengan menjual rumah satu - satunya?

Tentunya dengan pertanyaan diatas, ada diantara kalian yang menjawab "TIDAK" dengan dalih "kita harus kuat dulu agar bisa menolong yang lemah, kita harus menyelamatkan diri dulu baru bisa menyelamatkan orang lain". ini adalah jawaban dan alasan yang logis / masuk akal.

tetapi ada juga diantara kalian yang menjawab ''IYA" dengan penuh keyakinan dan keimanan bahwa Tuhan sang Pencipta, dan Tuhan Sang Penguasa Alam semesta akan mengganti apa yang sudah hilang dengan yang lebih baik.

Kedua jawaban benar dan semua kembali pada keyakinan masing - masing. sekarang sudah paham kan dengan apa yang ingin saya tuangkan dalam tulisan ini? semoga bermanfaat ya karena inspirasiku adalah inspirasimu juga kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAGU INDIA PALING ROMANTIS (OST RANVEER DAN ISHANI)

SINETRON SCTV INDIA HAMARI ADHURI KAHANI LIRIK DAN ARTINYA

KARIR BUNGA CITRA LESTARI (BCL) YANG SEMAKIN MELAJU PESAT DAN SEMAKIN BERSINAR