SAAT SUAMI JATUH MISKIN

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (QS Al-Baqoroh : 155)

Setiap manusia akan diuji oleh penciptanya yaitu Allah SWT. Ujian tersebut diperlukan untuk mengetahui siapa manusia yang paling baik diantara sesamanya. Ujian Allah dapat berupa kemalangan / kesengsaraan dan juga ujian kemuliaan dan kebahagiaan. Ujian kemalangan / kesengsaraan contohnya : Saat miskin, saat bisnis bangkrut, saat sakit / keluarga sakit, saat tidak dihargai lingkungan / kehilangan kepercayaan, saat difitnah dan bentuk kemalangan lainnya. Ujian kemuliaan / kebahagiaan : saat harta melimpah, saat bisnis meroket naik, saat mepunyai jabatan, saat mendapat penghargaan dari lingkungan. Lalu manakah yang lebih baik?

Semua ujian baik untuk hidup anda, karena ujian membuat anda menjadi lebih terlatih dan lebih kokoh. ibarat otot jika sering latihan angkat berat akan lebih kuat daripada otot yang tidak pernah digunakan untuk angkat berat. Tanpa ujian, Ibarat anak sekolah tidak pernah ada kenaikan kelas. maka dari itu, Allah memberikan ujian untuk hambanya sebelum mereka naik kelas. Sebagai hamba Allah harus bersabar dan ikhlas menjalani setiap ujian yang diberikan. yang diuji dengan kesengsaraan harus ikhlas, yang diuji dengan kebahagiaan tidak boleh menyombongkan diri. 

Bagaimana jika ujianya adalah ketika suami anda jatuh miskin? Sebagai istri yang baik anda harus melakukan hal - hal dibawah ini :
1. Tetap setia mendampingi suami disaat susah (saat miskin). Saat miskin suami juga perlu di dampingi, diberi semangat dan diberi motivasi supaya bangkit lagi.
Ingat kisah nabi ayub yang ditinggalkan oleh istri - istrinya saat dia sakit, hanya satu istrinya yang selalu mendampinginya dan dia termasuk wanita yang dimuliakan oleh Allah SWT.

2. Mendoakan suami supaya diberikan ketabahan, keteguhan dan diberikan jalan keluar oleh Allah SWT. Berdoa jangan hanya sekali duakali tetapi terus menerus, karena manusia tidak tahu kapan Allah akan menjawab doa hambanya, bisa saja dikabulkan dalam waktu dekat bisa juga dikabulkan dalam waktu yang lama. sebagai hamba Allah yang baik tidak boleh berputus asa dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.

3. Membantu Suami mencari jalan keluar bersama. Kerjasama tentu akan lebih baik daripada kerja sendirian. begitu juga dalam menghadapi ujian dari Allah, suami istri harus kompak untuk mencari jalan keluar dari ujian tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAGU INDIA PALING ROMANTIS (OST RANVEER DAN ISHANI)

SINETRON SCTV INDIA HAMARI ADHURI KAHANI LIRIK DAN ARTINYA

BUKU FILOSOFI JAWA : "URIP IKU URUP"