IBU RUMAH TANGGA YANG CERDAS FINANSIAL

Profesi ibu rumah tangga sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat modern saat ini. Padahal kalau kita lihat ibu rumah tangga adalah profesi yang mulia. bagaimana tidak mulia? Ibu rumah tangga itu multitasking, mulai dari menjadi babysiter, pembantu rumah tangga dan konsultan keuangan untuk keluarga.

kebanyakan wanita lebih memilih menjadi seorang profesional / pekerja kantoran daripada menjadi ibu rumah tangga. Alasan mereka kebanyakan karena mereka mempunyai ijazah dari universitas sehingga mereka harus berkarya menjadi seorang profesional / pekerja kantoran. Padahal Ibu rumah tangga juga harus berpendidikan tinggi karena ibu rumah tangga adalah manajer bagi rumah tangganya. Jika Ibu rumah tangga tersebut berpendidikan tinggi dan cerdas maka rumah tangga yang diembannya juga akan lebih berkualitas.

Kebanyakan memang ibu rumah tangga adalah pilihan terakhir para wanita. Ibu rumah tangga selalu dianggap kehidupannya bergantung pada suami padahal pendapat itu tidak benar. banyak ibu rumah tangga yang sangat produktif dan sangat cerdas dalam mengatur keuangan keluarga.

Kisah ini menceritakan seorang ibu rumah tangga yang sangat cerdas mengelola keuangan :
wati adalah ibu rumah tangga dengan 1 anak. wati baru berusia 25 tahun dan anaknya masih berusia 2 tahun. suami wati adalah seorang pengusaha, atas saran suami wati keluar dari perusahaan tempat dia bekerja supaya bisa total mengurus keluarganya.

Dalam mengelola rumah tangga, wati dibantu oleh 1 asisten rumah tangga dengan tugas mencuci, memasak dan bersih - bersih rumah. sementara wati mengurus anak, mengelola toko dan juga sebagai penulis online (blogger).

Alhamdulillah wati hidup berkecukupan dan bahagia bersama keluarga kecilnya. suaminya mempercayakan wati untuk mengurus keuangan keluarga. Dari hasil menulis penghasilan wati ditabung dan  investasikan untuk ternak sapi. kenapa harus ternak sapi? karena harga sapi selalu naik dari tahun ke tahun sesuai dengan inflasi bahkan lebih tinggi. jika uang tersebut dibiarkan ditabungan maka akan tergerus oleh inflasi sehingga nilai uang tersebut akan menurun 10 tahun yang akan datang. setelah 2 tahun melakukan investasi, sapi wati sekarang menjadi 4 ekor sapi dengan modal 20 Juta sekarang menjadi 50 Juta (harga sapi 12,5 juta / ekor).

Sedangkan dalam mengelola toko dibantu oleh 2 orang karyawan. penghasilan bersih rata - rata toko adalah 3 juta / bulan. penghasilan ini wati investasikan lagi untuk melengkapi stok toko. cita - cita wati adalah menjadikan tokonya menjadi toko terlengkap di Kotanya untuk 5 tahun ke depan. dengan mimpi tersebut wati selalu menginvestasikan seluruh penghasilan toko untuk kelengkapan toko lagi.

Selain penghasilan yang dia peroleh sendiri, wati juga memperoleh jatah bulanan dari suami sebesar 5 juta / bulan. uang tersebut wati gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari dan kebutuhan anak. sisanya wati tabung. Tabungan tersebut jika sudah terkumpul, akan wati investasikan untuk membeli tanah dan membangun ruko. kenapa harus tanah / membangun ruko. lagi - lagi alasannya adalah untuk melindungi uang dari gerusan inflasi. tanah adalah salah satu aset yang tahan terhadap inflasi. Tanah tersebut akan digunakan untuk biaya pendidikan anaknya kelak.

Wati sangat cerdas mengelola keuangan sehingga kekayaanya semakin berkembang. wati juga selalu menrapkan prinsip efisien dan efektif. beberapa contohnya adalah :
1. Jika mempunyai uang lebih, wati memilih untuk ditabung / diinvestasikan daripada untuk memenuhi gaya hidup yang serba waaah / glamour.
2. Saat teman - temannya berfoya - foya dengan kekayaan yang dimilikinya, wati tidak terpengaruh sama sekali. Dia bisa menahan diri dan bersabar menunggu hasil dari investasi yang di lakukannya.

Dua prinsip diatas yang selalu dipegang teguh oleh wati untuk mencapai impiannya yaitu Ibu Rumah Tangga yang Produktif dan Cerdas Finansial.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAGU INDIA PALING ROMANTIS (OST RANVEER DAN ISHANI)

SINETRON SCTV INDIA HAMARI ADHURI KAHANI LIRIK DAN ARTINYA

BUKU FILOSOFI JAWA : "URIP IKU URUP"